blog-indonesia.com
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Dewasa. Tampilkan semua postingan

24 Nov 2009

PERIODE DEWASA AKHIR (MASA TUA)


A. PENGERTIAN MASA TUA
Masa dewasa akhir dapat juga disebut masa tua atau masan usia lanjut Berbagai pengertian tentang usia lanjut adalah sebagai berikut:
1. Secara kronologis, usia lanjut dinyatakan sebagai orang yang telah berumur 60 atau 65 tahun ke atas (Kalish, 1975; Bischof, 1976; Hurlock, 1980; Dixon dan Bouma, 1976). Dasar me¬nentukan umur ini sebagai masa tua adalah alasan ekonomi, seperti: mereka sudah harus pensiun, pajak penghasilan yang sudah ditiadakan dan telah merupakan persetujuan yang me-masyarakat di negara kita ini
2. Diartikan sebagai perubahan fisik yang menonjol seperti per¬ubahan poster tubuh, gaya berjalan, roman muka, warna rambut, suara, kekenyalan kulit, kemampuan pendengaran dan peng¬lihatan. Demikian juga terjadinya perubahan kesehatan secara keseluruhan yaitu kurang sehat atau mengalami macam-macam keluhan penyakit.
3. Diartikan sebagai perubahan tingkah laku, yaitu orang yang sudah tua, menjadi pelupa, reaksi terhadap rangsangan yang makin lamban, perubahan pola tidur, gerakan motorik yang lamban dan sebagainya. Sering dipercaya (streotipe) bahwa orang yang sudah tua itu suka memusuhi generasi muda, konservatif (mempertahankan cara-cara lama dan tidak ingin pembaruan) dan menjengkelkan.
4. Dari segi peranan sosial orang yang sudah tua disebut sebagai orang telah dipensiunkan dalam berbagai tuntutan sosial, dan ditempatkan dalam rumah-rumah pemeliharaan kesehatan, sudah menjadi nenek dan kakek.
Proses menjadi tua kadang-kadang menyenangkan, kadang kadang kurang menyenangkan, namun yang pasti menjadi tua tidak terelakkan, karena merupakan proses yang alami. Proses pemuasan bukan merupakan proses patologis atau menyimpang, kecuali kalau proses perkembangan individu yang menjadi tua itu terganggu mulai dari bayi, masa prasekolah,remaja dan pada usia pertengahan mengalami kondisi yang menyimpang (Erikson, 1963). Hal ini dikemukakan untuk menyadarkan kita semua bahwa masa tua sangat erat kaitannya dengan perkembangan masa lalu seseorang atau dengan kata lain perkembangan seseorang merupakan proses berkelanjutan.
B. ALASAN MEMPELAJARI KEHIDUPAN PSIKOLOGIS MASA TUA
Ada tiga alasan yang mendasar perlunya kita mempelajari kehidupan psikologis orang yang sudah tua atau berusia lanjut, yaitu:
1. Mampu dan mau menyediakan berbagai kondisi pelayanan dan informasi yang memungkinkan orang yang sudah tua dan yang akan menjadi tua mengalami kehidupan yang memuaskan dan menyenangkan baik secara fisik maupun psikologis.
2. Memungkinkan kita lebih memahami hubungan dengan orang yang telah tua, sehingga dapat memberikan peranan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka dan memahami proses penua¬an dalam diri kita sendiri dalam rangka mempersiapkan kehi¬dupan mass tua yang memuaskan.
3. Menjadikan tahun-tahun kehidupan dari lahir sampai mcninggal sebagai proses kehidupan yang wajar, dan memahami bahwa per¬kembangan individu sebagai proses sepanjang hidup. Dengan kata lain proses kehidupan pada periode sebelum usia tua me¬nentukan proses kehidupan masa tua. Jika kita ingin kehidupan masa tua merupakan kehidupan yang menyenangkan atau me¬muaskan baik fisik maupun psikis, maka pada periode sebelum¬nya harus diciptakan kehidupan fisik dan psikis yang menyenang¬kan atau memuaskan.
C. PANDANGAN POSITIF TERHADAP MASA TUA
Dalam menghadapi usia tua, orang-orang tua ataupun siapa saja, hendaknya memiliki pandangan yang positif dan benar tentang mass tua, agar tidak menimbulkan kecemasan atau tingkah laku pesimis yang tidak beralasan, karena:
1. Masa tua dialami oleh semua makhluk ciptaan Tuhan termasuk manusia. Masa tua bukan dialami oleh sekelompok orang, suku atau bangsa tertentu saja. Oleh karena itu mass tua me¬rupakan peristiwa yang universal.
2. Menjadi tua adalah peristiwa yang normal

17 Nov 2009

PERKEMBANGAN DEWASA PERTENGAHAN

A. Masa berprestasi pada usia madya.
Menurut Ericson (Hulcock, 1980, hal 322 edisi ke 5). Usia madya merupakan masa krisis dimana “generasifitas” kecenderungan untuk menghasilkan- maupun stagnasis –kecenderungan untuk tetap berhenti akan dominan, menurut Ericson pada usia madya, orang akan menjadi lebih sukses atau seballiknya mereka berhentu atau tdak mengerrjakan apapun lagi. Orang berusia madya mempunyai kemauan yang kuat untuk berhasil, mereka akan mencapai puncaknya pada usia ini dan memungut hasil dari masa-masa persiapan dan kerja keras yang dilakukan sebelumnya.
Usia madya seyogyanya menjadi masa tidak hanya untuk keberhasilan keuangan sosial, tetapi uga untuk kekuasaan dan prestise. Biasanya pria meraih puncak karirnya mereka antara usia 40- 50 tahun, yaitu setelah mereka puas dengann hasil yang diperoleh dan menikmati hasil dari kesuksesan mereka mencapai awal usia 60an, yaitu ketika mereka dianggap terlalu tua dan biasanya mewasirkan pekerjaannya kepada karyawan yang lebih muda dan lebih kuat.
Usia madya merupakan masa dimana peran kepemimpinan pada pria dan wanita dalam pekerjaan, perindustrian, dan organisas masyarakat yang merupakan imbalan atas prestasi yang dicapai.
Heurgarten (Hurlock, 1980 hal 323 edisi 5) menerangkan sikap ini sebagai bagian orang yang berusia madya: “keberhasilan orang usia madya seringkali menunjukan dirinya sebagai orang yang tidak dikemudiakn lagi, tetapi sebagai pengemudi singkatnya , “pemberi perintah” ”
Pada dalam usia setengah baya pernah diungkapkan oleh A. A Wener dalam karanganya yang berjudul “sex Behavior and problema of the climaclenic” (dalam Mappire, Andi. 1983, hal 187)” ditekankan bahwa pada usia 40 tahun bagi orang-orang normal lebih memiliki pengalaman sehingga mereka memiliki sikap pasti atau nilai-nilai tentang hubungan sosial yang berkembang secara baik.
Dalam hal ini Hurlock (dalam Mappare. Andi, 1983, hal:1987) berpendapat bahwa apa yang dapat dicapai ini, tidak hanya sukses dalamhal keuangan dan sosial, tetapi juga dalam hal kekuasaandan prestise.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian prestasi puncak itu tentu saja ada, sehingga terdapat pila fariasi cepat atau lambatnya dicapai puncak prestasinya tersebut variasi itu dipengaruhi kegiatan dan kesempatan khususnya relasi-relasi sosial.
Penelitian terrhadap sekelompok ahli psikologi oleh Lehman (1966) dalam Mappere. Andi 1983. Hal 187) menunjukan bahwa presentase terbesar dari pencapaian prestasi puncak kelompok ini berbeda antara 20-35 tahun. Ini berarti bahwa kelompok para ahli psikologi itu sebagian besarnya cepat mencapai puncak prestasinya akibat kreativitas mereka.
Usia setengah baya merupakan masa yang penuh peluang untuk prestasi bagi individu, yang walaupun dalam banyak hal, terdapat variasi yang dapat dicapai oleh masing-masing individu dan kecepatan individu dalam mencapai prestasi tersebut.
B. Penyesuaian moral sosial
Pola kegiatan sosial dalam usia madya dipengaruhi oleh status kelas sosial seseorang. Maka yang status sosial ekonominya akan lebih efektif pada masa usia tersebut dibandingkan dengan mereka yang berstatus ekonomi rendah., dimana sebagai besar dari mereka tidak termasuk kedalam kelompok sosial manapun, jarang hadir dalam berbagai pertemuan dalam kelompok sosial manapun. Jarang hadir dalam berbagai pertemuan yang dikatakan oleh Packard bahwa mereka sedang memasuki periode isolasi sosial (dalam Hurlock, 1980. Edisi ke 5 hal 327)
Kegiatan sosial untuk orang yang berusia madya yang membedakan jenis kelamin sebagai prasyarat tidak resmi. Pria pada umumnya mempunyai lebih banyak teman dan kerabat, dan wanita mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan teman-temanya sedangkan wanita ummumnya lebih banyak mencurahkan tenaga dan waktunya dalam kegiatan organisasi dimana mempunyai lebih banyak kontak sosial dengan keluarga dan saudaranya dari orang luar.
Janda dan pria yag sendiri karena cerai tidak diterima lagi dalam kegiatan sosial yang diikiuti oleh tetangga dangan tekan-rekanya. Sebagai pengantiu mereka sering diterimadengan kawan senasib
RUJUKAN
Hurlock, Elizabeth. B. 1980. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. Jakarta Erlangga.
Mappire. Andi. 1983. Psikologi Dewasa. Surakarta : usaha nasional.

12 Nov 2009

PERKEMBANGAN DEWASA PERTENGAHAN

A. Menyiapkan Anak Yang Berbakat Remaja Menjadi Dewasa Yang Hangat Dan Bahagia.
Usaha oran tua agar dapat menyipakan anak remaja menjaddi dewasa yang hangat dalah :
1. Kaitannya dengan pertumbuhan fisik anak
Anak diperlakukan dengan baik disertai dengan lingkungan yang memungkin kan anak hidup sehat. Pengetahuan orang tua tentang kesehatan danak dan gizi anak sangat diperlukan pada tahapan ini. Termasuk perlunya memahami kebutuha anak untuk istirahat bermain dan belajar. Peraturan-peraturan disesuaikan dengan pertumbuhan dan kebutuhan anak
2. Dalam kaitanya dengan perkembangan sosial
Pergaulan adalah juga suatu kebutuhan untuk memperkembangkan aspek sosial anak. Sehingga ia tidak cangung menghadapi mas dewasa yang kan datang.
Seorang anak membutuhkan orang lain untuk berhubungan dengan lingkungan sosialnya baik sengaja maupun tidak sengaja dan langsung maupun tak langsung. Peniruan menjadi salah ssatu faktor yang sering terjadi dalam proses pembentukan kepribadian anak. Orang tua wajib memperhatikan dengan siapa atu denga kelompok apa nak bergaul. Dan yang tak kalah pentinga nya untuk membemtuk kepribadian anak dalah hubungan anak dannn orang tua yang harmonis.
3. Dalam kaitn nya dengan perkembagan mental.
Komunikasi verbal antara orang tua dan anak. Khususnya pda tahun pertama adankj menuju dewasa besar pengaruhnya terhadap perkembangan mental anak.
Sebagai orang tua hendaknya menciptakan suasana yang memungkin kan peryumbuahn mental anak menuju dewa sa menjadi berkembanhg dengan baik termasuk perkembangan kognitif, dan skolastik anak. Penyeiana fasilitas perlu diperhatiakan tetepi tidak berlebihan
4. Dalam kaitanya dengan pengembangan rohani
Denagn menananam kan nilai nilai agam a kepda anak dengan cara melakukan kegiatan rohani seperti mengaji, shalat, dan melakukan bimbingan sesuai dengan kitap suci dan agam a masing-masing.

Usah orang tu yang tak kalah pentingnya lagi adalah:
a. Perlu menciptakan Susana baik dalam keluarga, jauh deri ketegngan emosi, jauh dri ucapan yangberhubungan dengan kalimat mencemooh, melecehkan dan menimbulkan suasan benci, kesal dan bermushan, dan sebaliknya keadaan yang penuh kasih sayang, perdamaain.
b. Perlunya dilakukan pendekatan pribadi.
c. Perlunya memperhatikan prinsip ulangan untuk memperkuat sesuatu agar kelak mantap sebagai bahagian dari kepribadianya
d. Orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak kerena faktor imitasi .
B. Mengisi Waktu Senggang
Sebagai orang dewasa tidak hanya harus bekerja dengan baik tetapi juga perlu bgai mana bersenang-senang dan menikmati hidup
Aristoteles mengenali pentingnya waktu luang delam kehidupan, bahkan menekankan bahwa kita seharusnya tidak hanya bekerja dengan baik tetapi mengunakan waktu luang dengan baik. Ia pun mengambarkan wakyu luang sebagai hal yang lebih baik, karena hal ini dalah akhir kerja.
Waktu luang merupakan aspek yang khusus dari masa dewasa tengah, karena perubahan pengalaman beberapa individu pada titik yang berbeda dalam lingkaran hidup oranng dewasa. Perubahan mmeliputi, fisik, perubahan denngan pasangan dan anak-anak dan perubahan karir.
Waktu luang (leisure) merujuk pada waktu yang menyenangkan setelah bekerja ketika individu bebas untuk mengikuti aktivitas dan keinginan yang mereka pilih sendiri. Salah satu tema pokok penelitian pada waktu luang adalah meningkatnya ketergantungan pada televisi melebihi bentuk lain dari media massa sebagai sebuah bentuk hiburan. Olah raga juga bagian yang integral dari aktivitas-aktivitas waktu luang nasional, baik melalui keterlibatan langsung atau sebagai penonton. Beberapa ahli perkembangan percaya bahwa masa dewasa tengah adalah waktu dari pertanyaan bagaimana waktu seharusnya dihabiskan dan menetapkan prioritas (Gould,1978).
Waktu luang mungkin merupakan aspek penting yang khusus dari masa dewasa tengah, karena perubahan pengalaman beberapa individu pada titik ini berada dalam lingkaran kehidupan orang dewasa. Perubahan meliputi perubahan fisik, perubahan hubungan dengan pasangan dan anak-anak, dan perubahan karir. Bagi banyak individu, masa dewasa tengah adalah saat pertama kali dalam hidup ketika mereka memiliki kesempatan mengembangkan minat mereka.
Orang dewasa pada paruh kehidupan perlu mulai menyiapkan masa pensiun baik secara keuangan maupun psikologis. Membangun dan memenuhi aktivitas-aktivitas waktu luang pada masa dewasa tengah adalah bagian yang penting dari persiapan ini. Jika seorang dewasa mengembangkan aktivitas-aktivitas waktu luang yang dapat dilanjutkan sampai pensiun, peralihan dari kerja ke pensiun mungkin tidak terlalu menyebabkan stress.

Maasa dewasa tenggah adalah waktu ketika aktivitas waktu luang diasumsikan sangat penting. Waktu luang merupakan aspek penting yang khusus dari masa dewasa tenggah kerena perubahan-perubahan beberapa individu pada titik yang berbeda.
Bagi banyak inividu perubahan dewasa tenggah adalah saat pertama kalinya mereka dapat mengembangkan dirinya dan bakat yang dimilikinya.


RUJUKAN
http://www.Psikomedia.com/dewasa waktu luang.htm/ .
Prof. Dr . Singgih D Gunarsa199. Psikologi praktis anak. Remaja dan keluarga. PT. BPK Gunung Mulia. Jakarta

Silahkan Comments disini Gan

 
Design by Rahmat Ha Pe | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India