6 Mei 2010

PERKEMBANGAN KURIKULUM BK DI SEKOLAH

A. KURIKULUM 1975 DAN PPSP
1. Orientasi kurikulum
Fungsi utama bimbingan adalah membantu murid dalam masalah-masalah pribadi dan social yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran atau penempatan menjad perantara dari dalam hubunganya dengan para guru maupun tenaga administrasi.
Dalam kurikulum 1975 mengenai pedoman mengenai pedoman bimbngan yang dipakai di sekolah lanjutan tingkat aatas (SLTA). Bimbingan dan penyuluhan berfungsi sebagai:
a) Penyaluran, yang memberikan bantuan kepada siswa untuk mendapatkan lingkungn yang sesuiai dengan keadaan dirinya.
b) Pengadaptasian, yang memberikan bantuan kepada sekolah untuk menyesuaikan program pengajaran dengan dirinya.
c) Penyesuaian, yang memberikanbantuan kepada siswa untukmeyesuaiakan diri terhadap lingkungan yang baru.
d) Pencegahan, yang memberikan bantuan kepada siswa untuk meenghindari kemungkinan terjadinya hambatan dalam perkembanganya.
e) Perbaikan, yang memberikan bantuan kepada siswa untuk memperbaiki kondisi yang dipandang kurang sesuai.
f) Perkembangan, yang membantu siswa untuk melalui proses perkembangan secara wajar (dalam Yusuf dan chaterine 1992:45)
2. Metode layanan
Metode yang diapakai adalah dengan menggunakan pendekatan system dengan berorientasi kepada tujuan.
3. Pelaksanaan layanan
Hellen (2002:76-80) berpendapat tentang kegiatan bimbingan disekolah yang mencakup 4 maca, yaitu:
a. Bimbingan pribadi
b. Bimbingan social
c. Bimbingan belajar
d. Bimbingan karir.
4. Kedudukan BK dalam Kurikulum
Tugas-tugas konselor tersebut antara lain:
a. Bertanggung jawab tentang keseluruhan pelaksanaan layanan konseling disekolah
b. Mengumpulkan, menyusun, mengelola, serta menafsirkan data, yang kemudian dapat dipergunakan ooleh semua staf bimbingan di sekolah.
c. Memilih dan mengunakan sebagai instrument psikologis untuk memperoleh berbagai informasi mengenai bakat khusus, minat, kepribadian, dan intelegensi untuk masing-masing siswa.
d. Melaksanakan bimbingan kelompok maupun bimbingan individual.
e. Mengumpulkan, menyusun dan mempergunakan informasi tentang berbagai permasalahan pendidikan, pekerjaan, jabatan, atau karir, yang dibutuhkan oleh guru bidang studi dalam proses belajar mengajar.
f. Melayani orang tua wali murid ingin mengadakan konsultasi tentang anak-anak.
B. KURIKULUM 1984
1. Orientasi kurikulum
Penyempurnaan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir di dalamnya. Selanjutnya UU No. 0/1989 tentang Sisdiknas,membuat mantap posisi bimbingan dan konseling yang kian diperkuat dengan PP No. 20 Bab X pasal 25/ 1990 dengan PP No. 29 Bab X pasal 27/1990 yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan batuan yang dierikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan rencanakan masa depan.
Pada kurikulum 1984 orientasi layanan akan lebih focus kepada layanan bimbingan karir. Bimbingan kariri tidak hanhya sekedar memberikan respon kepada masalah-masallah yang muncul, akantetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan.
Pada tahun 1984 bersama dangan diberlakuakanya. Kurikulum 1984, bimbingan kariri cukup terasa mendominasi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan pada tahun 1994, bersamdengan perubahan nama bimbingan penyuluhan menjadi bimbingan dan konseliang pada kurikulum 1994, bimbingan kariri ditempatkan sebagai salah satu bidang bimbingan. Sampa dengan sekarang ini bimbingan karir masil merupakan salah satu bidang bimbingan dalam konteks kurikulum berbasisi kopetensi, dengan diintegarasikannya Pendididkan Kecakapan Hidup (Life skil education) dalam kurikulumsekolah, maka peranan bimbingan karir sungguhh manjadi amat penting, khususnya dalm upaya membantu siswa dalam memperoleh kecakapan vocational, yang merupakan salah jenis kecakapan dalam Pendidikan kecakapan Hidup (Life Skill Education).
2. Metode layanan
Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan keterampilan proses.
3. Pelaksanana layanan.
Terkait dengan penjabaran kompetensi dan materi layan bimbingan dan konseling di SMTA, dibidang kariri diarahkan untuk:
a. Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kencederungan karir yang hendak dikembangkan pada khususnya.
b. Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya dan kariri yang hendak dikembangkan pada khususnya.
c. Orientasi dan inforamsi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan tuntutan hidup bekeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
d. Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki tamatan SMTA.
e. Orientasi dan informasi terhadp pendidikan tembahan dan pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan.
f. Khusus sekolah Menengah Kejuruan ; pelatiahan diri untuk keterampilan kejuruan khususnya pada lembaga kerja sesuai dengan program kurikulum sekolah menengah kejuruan yang bersangkutan.
4. Kedudukan BK dalam Kurikulum
Dalam kurikulum 1984 BK memang peranan yang sangat penting dalam membantu mengembagkan kempuan kariri siswa. Konselor berperan sebagai seseorang pendidik dalam hal pengembangan keterampilan karir siswa .
C. Kurikulum 1994
1. Orientasi kurikulum
Perkembangan dunia bimbingan dan konseling di Indonesia mengalami proses yang berliku hingga pada tahun 19194 melalui kurikulum 1994, istilah bimbinagn penyuluhan melai diganti dengan bimbingan koseling (BK). Perubahan mendasar dari istilah penyuluhan menjadi konseling didasai pada paradigm bahwa konselor tidak melakukan penyuluhan yang merupakan konotasi sebagai pekera lapangan (jenis penyuluh pertanian atau penyuluh KB) tetapi lebih pada usaha membantu Konseling siswa sesuai dengan karakteristik siswa.
2. Metode layanan
Metode layanan yang diapaki disesuaikan dengan jenis layanan yang diberikan. Kadang-kadang sering memakai metode lapanagn atau metode pendekatan proses.
3. Pelaksanaan layanan.
Dalam kurikulu 1994 tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling (BK) disampaikan bahwa ada tiga kategori pelaksanaanya; Bidang bimbingan dan konseling yang meliputi bimbingan da pribadi, social, bimbingan belajaar dan karir.
Jenis layanan bimbingan dan konseling meliputi layaan orientasi, informasi, pembelajaran, layanan penempatan dan penyaluran. Layanan konseling peseorangan dan kelompok serta bimbingan kelompok.
Keiatan pendukung Bk yang meliputi aplikasi instrument bimbingan, pengumpilan data, konferensi kasus kunjungan rumah dan referral.
Menurut SK Menpan No. 84/1993 tentang jabatan funsional guru dan angka kreditnya. Pada pasal(3) disebutkan bahwa tugas pokok guru pembimbing adalah menyusun program bimbingan. Melaksanakan program bimbingan evaluasi pelaksanaan bimbingan, analisis hasil pelaksanan bimbingan dan tindaklanjut dalam program bimbinganterhadap perserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.
4. Kedudukan BK dalam Kurikulum
Jika kita cermati pola bimbingan dan oseling yang tercantum dalam kurikulum 94 tersbut. Maka buru Bp harus diberikan kesempatan mengajar bidang studi bimbingan dan konseling dikelas seperti layaknya guru bidang studi lainya. Guru BP juga harus membuar program tahunan dan program semester. Membuat program jangka panjang dan jangka pendek, membuat daftar anak didik yang bermasalah untuk di bombing dan daftar materi bimbingan dan konseling yang berkaitan denga jenis layan atau kegiatan pendikung. Terakhir guru BP harus membuat juga laporan kepada madarsah dan pengawas yang ditunjuk.
Kendala dan dan hambatan, untuk mewujudkan eksistensi dan perana guru BP di lingkungan madrasah seperti tercantum dalam kurikulm 94 sebagai mana semestinya, maka hruslah diperhatikan beberapahal berikut:
a. Guru bk harus diberikan jam pelajaran bimbingan konseling seperti guru yang lainya, mereka harus bias melakuakn layan bK secara klasikal atau kelompok seminggu sekali.
b. Memberikan informasi yang positif kepada siswa gar siswa bias memahami fungsi Guru BK dan keberadaan program bimbingan dan konseling dilingkungan madrasahnya. Hali ini dilkukan untuk meu buhakan kesadaran ssiwa bahwa bertapa penting dan urgesinya bimbingan dan konseling kepada merek. Sehingga lambat laun mereka akan menganggap bahwa konseling itu adalah sebuah kebutuhan untuk meningkatkan prestasi belajar mereka.
c. Guru bk yang ditunjuk dilingkungan madrasah tidak hanya sekedar menuggu bola, artinya Guru BK tidak hanya duduk manis dalam sebuah ruangan menunggu laporan guru terhadap anak didik yang bermasalah.
d. Kepada madarasah yang harus mnyiapkan sebuah ruangan khusus untuk Ruangan BK. Hal ini dilakukan untuk meghindari keenganan siswa untuk berkonsultasi. Ruangan yang tidak memadai atau bahkan ada madrasah yang meja buru BP berada dengan Guru bidang studi lainya akan membuat ketidak nyaman siswa dalam menyampaikan persoalanya kepada guru bimbingan dan konseling itu. Konon lagi kalau murid bermasalah itu dibimbing didepan guru guru lainya, atau bahkan ketika kasus mereka sedang di tangani oleh Guru BP murid itu jadi bulan-bulanan gur lain atau jad tontonan gratis, atau kadang kadang ketika guru BP sedang menyakan sesuatu guru yang lain juga turut menimpalinya denga pertanyaan yang tidak ada kaitan dengan hal tersebut.
e. Guru Bk hendaknya tenaga lulusan Bimbingan dan konseling bukan guru bidang study tertentu yang sekedar hanya ditunjuk kepala madrasah untuk mengani siswa yang bermasalah atau menagani siswa yang sakit. Sekedar penjelasan pada umumnya guru BK yang sudah ada dilingknga madrasah bukanlah jebolan prodi BK. Sehingga program bimbingan dan konseling tidak berjalan semestinya
Hal ini, keberadaan guru bimbingan dan konseling bukanlah sekedar pelengkap, tetapi keberadaan mereka sebenarnya sangatlah dibutuhkan. Hal ini dapat kita lihat dari keseriusan pemerintah dalam merumus kan dan meyempurnakan kurikulum itu sendiri, tahun 1975 kurikulum ini disebut dengan guidance and counseling (GC), kemudian diadakan penyempurnaan kurikum pada tahun 84 yang disebut dengan bimbingan dan penyuluhan(BP). Terakhir tahun 94 deabut dengan bimbingan dan konseling (BK) inilah bukti bahwa kurikulum ini sangat dibutuhkan.
D. KURIKULUM 2004
1. Orientasi kurikulum
Pada tahun 2004 ini mulai diperkenakan kurikulum pendidikan yang baru dengan sebutan kurikum berbasis kompetensi (KBK), rencanaya kurikulum baru ini akan dilaksanakan secara menyeluruh di Indonesia pad atahun jaran baru 2004/2005 pelaksanan kurikulum KBK ini secara langsung berdampak pada program layanan BK di sekolah.
Mc ashan dalam mulyana 2002 mngemukan pengertian komptensi sebagai pengetahuan keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bahagian dari dirinya sehingga ia dapat melakuak n perilaku-perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya lebih lanjut, Finch dan crungkilton mendefinisikan kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan,sikap dan apresiasi yang diperluakan untuk menunjanhg keberhasilan.
Depdiknas (mulyana 2002) menyebutkan beberapa cirri atau karakteristik kurikulum KBK sebagai berikut:
a. Menekankan pada ketercapaian, kompetensi siswa baik secara individual maupan klasikan
b. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman.
c. Penyampaian dalam pembelajaran mengunakan pendekatan dan metode yang berfariasi.
d. Sumber belajar bukan hanya guru,tepai juga sumber belajar lainya yang mempunyai unsusr edikatif
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dala upaya penguasaan atau penempatan suatu kompetensi
2. Metode layan
a. Layanan dasar ; yakni layan bantuan kepada peserta didik melalui kegiatan, kelas atau luar kelas yang disajiak secara sistematis, dalam rangka membantu peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya seecara optimal. Tujuan layana ini adalah untuk membantu peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memlilik mental yang sehat, memperoleh keterampialn hidup, yang dapat dilakukan melalui strategi layan klasikal dan strategi layan kelompok.
b. Layana responsive; yaitu layan bantuan bagi peseta yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan segera. Tujuan layan ini dalah membantu peserta didik agar dapat mengatasi masalah yang dialaminya yang dilakukan melalui strategi layan konsultasi, konseling individual, konseling kelompok, reveral dan bimbingan teman sebaya.
c. Layanan perencanaan individual; yaitu bantua kepada pesert adidik agar mampu membuat dan melaksanakan perencanan masa depanya. Berdasarkan pemahaman akan kekuatan dan kelemahanya. Tujuan layanan ini adalh agar peserta didik dapat memiliki kemapuan merumuskan tujuan, merencanakan atau mengelola pengembangan dirinya, baik menyangjut aspek pribadi, social, belajar, maupun karir. Dapat melakuan kegiatan atau aktivitas berdasarkan tujuan atau perencanaan yang telah diditetapkan, dan mengevaluasi kegiatan yang dilakunanya yang dapat dilakuan melalui strategi penilaianindividual, penasehat individual atau kelompok.
d. Layanan dudkung system; yaitu kegiatan kegiatan menajemen yang bertujaun mementapkan , memelihara dan meningkatkan program BK disekolah secara menyeluruh melaui pengembangan profesiona; hubungan masyarakat dan staf; konsultasi dengan guru lain, staf ahli, danmasyarakat yang lebih luas; menajemen program; dan penelitan dan pebgembangan.
3. Pelaksanan layanan
Berdasarkan pedoman KBK bidang BK(2004) dinyatakan bahwa kerangak kerja layan BK dikembangkan dalam suatau program BK yangdijabarkan dalam 4 kegiatan utama yakni:
a. Layanan dasar bimbingan
Layanan dasar bimbingan adalah bimbngan yang bertujuan untuk membantu selusruh siswa mengembangakan prilaku efektif dan keterampialn hidup yang mengacu pada tugas perkembangan siswa.
b. Layanan responsive adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhanyang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. Layana ini lebih bersifat preventif atau mungkin kuratif. Strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok dan konsultasi. Isi layana responsive adalah:
1. Bidang pedidikan
2. Belajar
3. Social
4. Pribadi
5. Karir
6. Tata terrib
7. Narkotika dan perjudian
8. Perilaku social
9. Kehiduapn lainya.
c. Layan perencanan individual adalah layan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencan pendidkan, karir, dan kehidupan social dan pribadinya. Tujuan utam dari layan ini untuk membatu siswa mementau pertumbuahan dan memahami perkembangan sendiri.
d. Dukungan system adalh kegiatan menjaemen yang bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh. Hal itu dilaksanakan melalui pengembangan profreesionalitas hubungan masyarakat dan staf, konultasi dengan gur, staf ahli/ penasihat. Masyarakat yang lebih luas menajemen program, penelitian dan poengembangan(Thomas elis 1990)
4. Kedudukan BK dalam Kurikulum
Implentasi kegiatan BK dalam pelaksanaan KBK sangat menentukan keberhasilan PBM. Oleh karena itu perana guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian pembelajaran yang dirumuskan.
E. KURIKULUM 2007
1. Orientasi kurikulum
Pada kurikulum KTSP orientasi layan BK adalah mensukseskan atau membantu pengembangan diri pada siswa
2. Metode layanan
Metode yang diadakan dalam pelaksanaan layanadalh dengan metode klsikal, partisipas, Tanya jawab dan diskusi, dan metode ceramah
3. Pelaksanaan layan
Layan yang diberikan dilaksanak baik dalam jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran.
4. Kedudukan BK dalam kurikulum
Bk adalah bagian integral dari KTSP yang sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 dan 6 , dan PP 19 tahun 2005 SNP serta Permen NO. 22,23 dan 24 tahun 2006. Layan konseling yang diberikan memberikan kesempatan kapada peserta didik untuk mengembangkan potensinya seoptimal mugkin

0 komentar:

Poskan Komentar

Saya Berharap Komentar/ kritik yang membangun oleh Rekan-rekan yang mengunjungi blog ini, Agar dapat lebih baik. Terimakasih

Silahkan Comments disini Gan

Kabar Anda Hari Ini

Loading...

 
Design by Rahmat Ha Pe | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India