17 Nov 2009

TUJUAN BELAJAR DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR

A. TUJUAN BELAJAR
1. Pengertian Tujuan Belajar
Belajar merupakan hal yang kompleks jika dipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan guru. Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu proses mental yang dialami siswa dalam menghadapi bahan belajar. Dari segi guru, proses belajar tersebut dapat diawali secara tidak langsung. Artinya proses belajar yang merupakan proses internal siswa tidak dapat diamati, tetapi dapat dipahami oleh guru.
Galloway dalam Toeti Soekamto (1992:27) mengatakan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Sedangkan, Morgan menyebutkan bahwa suatu kegiatan dikatakan belajar apabila memiliki tiga ciri-ciri sebagai berikut :
 belajar adalah perubahan tingkah laku;
 perubahan terjadi karena latihan dan pengalaman, bukan karena pertumbuhan;
 perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama.
Berbicara tentang belajar pada dasarnya berbicara tentang bagaimana tingkahlaku seseorang berubah sebagai akibat pengalaman (Snelbeker 1974 dalam Toeti 1992:10).
Agar terjadi proses belajar atau terjadinya perubahan tingkahlaku sebelum kegiatan belajar mengajar di kelas seorang guru perlu menyiapkan atau merencanakan berbagai pengalaman belajar yang akan diberikan pada siswa dan pengalaman belajar tersebut harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.



2. Jenis-jenis Tujuan Belajar
Kegiatan belajar adalah suatu proses yang bertujuan dimana antara siswa dan guru sama-sama mengupayakan agar kegiatan pembelajaran memperoleh hasil belajar yang maksimal. Dengan demikian tujuan pembelajaran itu terdiri dari :
 tujuan instruksional (tujuan mata-mata pelajaran),
 tujuan pembelajaran umum (tujuan umum), dan
 tujuan pembelajaran khusus (sasaran belajar).
Ketiga jenis tujuan itu mempunyai hirarki yang jelas dimana tujuan pembelajaran awal dijabarkan melalui tujuan pembelajaran umum, kemudian masing-masingnya dijabarkan pula menjadi sejumlah tujuan pembelajaran khusus.


B. UNSUR – UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR
1. Dinamika Siswa dalam Belajar
Bloom dkk merupakan pelopor yang mengkategorikan perilaku hasil belajar menjadi 3, yaitu :
a. Ranah kognitif
 Pengetahuan, mencakup kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan.
 Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna hal yang dipelajari.
 Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dari kaedah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya menggunakan prinsip.
 Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik.
 Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.
 Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu.



b. Ranah afektif
 Penerimaan, mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan memperhatikan hal tersebut.
 Partisipasi, mencakup kerelaan, kesediaan memperhatikan dan berpatisipasi dalam suatu kegiatan.
 Pemikiran dan penentuan sikap, mencakup menerima sesuatu nilai, menghargai, mengakui, dan menentukan sikap.
 Organisasi, mencakup kemampuan membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup.
 Pembentukan pola hidup, mencakup kemampuan menghayati nilai dan membentuknya menjadi pola nilai kehidupan pribadi.

c. Ranah psikomotor
 Persepsi, mencakup kemampuan memilah-milahkan hal-hal secara khas, dan menyadari adanya perbedaan yang khas tersebut.
 Kesiapan, mencakup kemampuan penempatan dari dalam keadaan dimana akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan.
 Gerakan terbimbing, mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuatu contoh, atau gerak peniruan.
 Gerakan yang terbiasa, mencakup kemampuan melakukan gerakan-gerakan tanpa contoh.
 Gerakan kompleks, mencakup kemampuan melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap, secara lancer, efisien, dan tepat.
 Penyesuaian pola gerakan, yang mencakup kemampuan mengadakan perubahan dan penyesuaian pola gerak-gerik dengan persyaratan khusus yang berlaku.
 Kreativitas, mencakup kemampuan melahirkan pola-pola gerak-gerik yang baru atas prakarsa.

Siswa yang belajar berarti memperbaiki kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan meningkatnya kemampuan-kemampuan tersebut maka keinginan, kemauan, dan perhatian pada lingkungan sekitarnya makin bertambah.

2. Dinamika Guru dalam Pembelajaran
Peran guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah relatif tinggi. Peran guru tersebut terkait dengan peran siswa dalam belajar. Menurut Biggs dan Telfer diantara motivasi belajar siswa ada yang diperkuat dengan cara-cara pembelajaran. Motivasi instrumental, motivasi sosial, dan motivasi berprestasi rendah misalnya dapat dikondisikan secara bersyarat agar terjadi peran belajar siswa. Junaidi (blogspot.com, 2009) mengemukakan bagaimana cara pembelajaran yang berpengaruh terhadap belajar siswa, yaitu :
a. Bahan ajar
Bahan ajar atau bahan belajar sangat berpengaruh terhadap belajar siswa. Contoh, berikan bahan ajar dalam gambar-gambar menarik, foto-foto berwarna atau jika menggunakan OHP atau LCD, dan gunakanlah huruf-huruf yang indah. Tujuannya hanya satu, yaitu membuat bahan ajar yang akan kita ajar semenarik mungkin jika dinilai siswa.
b. Suasana belajar
Kondisi gedung sekolah, tata ruang kelas, dan alat-alat belajar berpengaruh terhadap kegiatan belajar. Disamping kondisi fisik tersebut, suasana pergaulan di sekolah juga berpengaruh pada kegiatan belajar. Bagaimana caranya guru memberikan suasana belajar yang kondusif, aman, tentram, dan nyaman.
c. Media dan sumber belajar
Guru berperan penting dalam menempatkan media dan sumber belajar. Lingkungan sekolah, TV, majalah, surat kabar, dan dunia maya pun bisa digunakan sebagai media belajar.
d. Guru sebagai subjek pembelajaran
Guru memiliki peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Apabila guru tidak bisa mengajar dengan baik, maka biasanya murid akan malas dalam belajar.

Dengan adanya peran-peran tersebut, maka sebagai pengajar guru adalah pembelajar sepanjang hayat.



SUMBER BACAAN



Nirwana, Herman dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Padang : FIP UNP

http://whandi.net/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi..., diakses 16 Juli 2009 pukul 14.00 WIB

http://wawan-junaidi.blogspot.com/.../dinamika-guru-dalam-pembelajaran.html, diakses 16 Juli 2009 pukul 14.05 WIB

1 komentar:

vac.lubuklinggau mengatakan...

musik nya yang bikin bising kuping//////////////

Poskan Komentar

Saya Berharap Komentar/ kritik yang membangun oleh Rekan-rekan yang mengunjungi blog ini, Agar dapat lebih baik. Terimakasih

Silahkan Comments disini Gan

Kabar Anda Hari Ini

Loading...

 
Design by Rahmat Ha Pe | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India